Wednesday, September 28, 2011

Rumah

yang gue pikirkan pertama kali saat sampai rumah adalah sambutan hangat dari orang tua (yes, i still live with my parents). mereka menanyakan tentang hari gue, dilanjutkan dengan diskusi dengan bokap tentang apapun juga. mulai dari adik-adik hingga hal-hal yang umum. suasana hangat ini yang bikin gue selalu rindu dengan rumah. yang selalu bikin gue ingin pulang dan merasakan damai, diterima dan dibutuhkan.

sedangkan kehidupan diluar sana, penuh dengan hiruk pikuk, ketergesa-gesaan, konspirasi, cinta palsu dan banyak hal negatif lainnya, sangat menantang untuk ditaklukkan dan tantangan itu yang membuat gue semangat bangun di pagi hari dan berangkat beraktifitas.

dalam menulis, gue punya 2 tempat. blog dan twitter. dua-duanya baru saja gue mulai beberapa waktu yang lalu. sebenarnya gue sudah lama bertwitter ria. dan sudah lama juga menulis blog. tapi semua itu entah gue lupa passwordnya atau sudah gue delete. gue butuh tempat baru untuk memulai kehidupan yang baru. tempat gue design untuk kenyamanan gue. kalau orang lain bisa merasa nyaman disini, ya silahkan saja bartandang sesekali.

pernah gue baca disebuah blog atau artikel di majalah, gue lupa itu siapa yang menulis, tapi tulisannya sangat sesuai dengan pikiran gue. dia mengibaratkan twitter sebagai sebuah warung kopi. yang ramai. dengan perbincangan kecil yang seru. siapapun boleh nimbrung asal nyambung.

oh kalau tidak salah yang menulis itu @katarangga (mudah2an benar)

riuh rendahnya twitter sangat mengundang seseorang untuk kembali, kembali dan kembali lagi. penasaran siapa saja yang hadir di timeline. topik apa yang sedang heboh di bicarakan. ada yang mention gue gak ya? atau alasan-alasan yang lain.

kehebohan itu benar-benar seperti warung kopi di sebuah kompleks perumahan, dimana semua orang saling kenal. disitu mereka semua bercerita, melucu, curhat atau apapun, tapi dalam kalimat-kalimat pendek yang ditanggapi dengan kalimat-kalimat pendek pula. itulah twitter. menyenangkan :)

lalu, pada akhirnya, warung kopi itu akan tutup. semua pergi satu-persatu pulang ke rumah dengan membawa keceriaan, kegundahan, kekecewaan, impian dan cerita baru. lalu di rumah, dengan segala kehangatan dan kesederhanaannya, mendengar cerita kita pada hari itu. segala kegundahan kita dalam sebuah narasi. segala impian kita yang deskriptif dan cerita-cerita panjang kita yang sering kali bersambung.

rumah itu adalah blog. dimana kata-kata tidak pernah dibatasi. dimana kecerdasan kita dalam merangkum dalam kalimat pendek tidak dibutuhkan. dimana keindahan sebuan narasi deskriptif yang panjang dan bertele-tele sangat dihargai.

kalimat dalam tulisan @katarangga itu akan selalu gue ingat.

'... kita semua akan selalu kembali ke rumah.'

sebenarnya tulisan ini bukan tentang blog atau twitter. tulisan ini juga bukan tentang @katarangga yang permainan kata-katanya sering buat gue tersenyum sendiri (meskipun tulisan ini mengambil analogi yang sama dengan tulisan dia).

tulisan ini tentang bagaimana rumah sebagai penyeimbang dari keruwetan hidup. bagaimana rumah itu menjadi lorong menuju sebuah rasa tenang dalam meditasi. bagaimana rumah dapat memeluk kita dengan hangat tanpa meminta imbalan apapun. paling nggak, buat gue :)

seiring berjalannya hidup, manusia perlahan-lahan akan meninggalkan rumah. semakin bertambah umurnya, semakin lama dia berada diluar rumah. untuk alasan apapun juga. entah untuk bekerja, bersenang-senang ataupun untuk hal-hal yang berbau negatif ;) kondisi ini berujung pada satu kondisi dimana rumah itu menjelma menjadi "hotel". bangun pagi - mandi - sarapan - berangkat beraktifitas - malam pulang - mandi - tidur. siklus yang tidak terhenti. sampai-sampai kita bisa lupa fungsi rumah yang sebenarnya itu apa.

pernah bokap gue menegur, 'yudi, berapa lama kamu ada diluar rumah? berapa lama kamu ada di rumah dalam kondisi terjaga? berapa lama kita berkomunikasi? seimbangkan itu. karena hal itu penting saat kamu berkeluarga nanti dan juga sekarang.'

dalam hati gue berhitung. gue di luar rumah paling sedikit 12 jam. gue ada dirumah dalam kondisi terjaga 4 jam. dan gue berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain paling cuma 5-15 menit. apa itu seimbang? quality time? masa iya quality time itu cukup dalam waktu 5-15 menit? itu sih cuma dapat obrolan basa-basi yang tidak mendalam. cuma menanyakan kabar dan tertawa sedikit-sedikit. kualitas seperti apa yang bisa didapat dari komunikasi yang pendek itu? KW 3 mungkin :p

dulu gue rasa hal itu adalah non sense. useless. gue jalanin hidup gue sendiri. gue tentukan arahnya kemana. gue tanggung semua resikonya dan gue nikmati semua hasilnya. bener dong?

nyatanya, semua itu berakhir dengan hambar. tidak berbekas. hidup gue lewat begitu saja. detik demi detik lewat tanpa terasa. apa gunanya hidup seperti itu? harusnya hidup itu dilewatkan dengan meninggalkan banyak memori dan pelajaran.

twitter menyediakan sarana berkomunikasi yang cepat. apa yang anda tulis 2 minggu yang lalu pun belum tentu masih ada dan dapat dibaca. apa yang dikatakan singkat, padat tanpa (mengutip @katarangga) elaborasi yang dalam. semua begitu singkat, cepat, emosional dan mudah terlupakan.

selayaknya blog yang dapat kita baca berulang-ulang dan dapat di telusuri dari awal hingga akhir, itulah hidup yang indah. tulisan yang dibaca oleh orang-orang yang benar peduli dan rela meluangkan waktunya untuk berdiskusi di tulisan-tulisan yang dia pilih. diskusi dalam dan hangat. sehangat sebuah rumah.

ijinkan gue sekali lagi mengutip

'Tapi kita semua tahu bahwa senyaman apa pun tempat kita berada di luar, seramai apa pun itu…


Kita akan selalu kembali ke rumah'
ah lega rasanya sudah mencurahkan pendapat gue di tulisan ini. pendapat yang terbendung dari entah kapan sejak pertama gue baca tulisan @katarangga. kayak akhirnya pup setelah sebulan nggak pup -____-'

cheers

(tulisan @katarangga dapat lo baca disini Antara Warung Kopi dan Rumah by @katarangga)

Wednesday, September 21, 2011

A Night To Remember

saat orang-orang punya malam romantis atau indah yang akan selalu dia ingat, gue punya 1 malam seru yang pasti tidak akan gue lupakan kecuali gue sudah pikun nanti.

let me walk you through :) buckle up and enjoy the ride

suatu hari saat gue masih kuliah. masih nakal-nakalnya. suka kabur dari rumah untuk clubbing, cerita ini dimulai pada sore yang cukup menyebalkan.

gue lupa detailnya seperti apa, tapi sore itu tidak berjalan dengan baik. gue masih ingat rasa kesalnya. entah apa itu, tapi scene pertama dimulai

Rumah
rokok habis. tempat tidur ada yang menempati. sodara gue. dia dulu tinggal di rumah karena sudah tidak boleh tinggal di asrama lagi. rokok dia entah dimana. mungkin dikantongin. biasanya sih gitu. yaa namanya juga sama-sama mahasiswa. ngirit teruuss hahaha.

mati gaya banget. bener-bener gak tau mau ngapain lagi. akhirnya gue keluar kamar dan tiduran depan tv. gak terasa malam sudah menjelang. gue telfon konco, sepertinya anak-anak jadi jalan malam ini. gak lama kemudian gue udah siap. waktunya berangkat ke rumah konco.

Rumah Konco
venue sudah di tetapkan. dengan janji guest list (yang sebenarnya gue gak pedulikan, kalau harus bayar ya bayar aja kali), anak-anak yang lain berkumpul di jalan mahalona. gue gak ingat apa-apa lagi tentang apa yang terjadi sebelum sampai di embassy. tapi itu rasanya bukan hal penting. tapi yang gue penasaran, ada aldo gak ya?

Embassy
sepertinya gue, konco dan (mungkin) aldo, parkir di basement. ya kayaknya betul deh. karena nanti ada kekonyolan saat di basement. dan gue kayaknya makin yakin bahwa hari itu aldo gak ada. CMIIW ya co :D

setelah melewati antrian panjang abg-abg yang sibuk nelfon sana sini cari gratisan, gue dan konco melenggang masuk ke dalam. skip lagi disini. entah bayar atau tidak gue gak inget. yang gue inget adalah dentuman bas dari lagu-lagu khas embassy yang berbau progressive house atau genre apalah itu. begitu dentuman bas semakin jelas, gue mulai lompat-lompat sambil jalan ke dalam.

didalam ada si ceper yang entah dari mana mau kemana. muter-muter aja kerjaannya. kadang bawa minum gak tau punya siapa yang katanya dia ambil dari table tak bertuan hahaha. buat anak-anak yang lain, yang cuma modal dengkul doang, ya seneng-seneng aja dikasi minuman gratisan. meskipun itu gak tau minuman siapa, yang penting, pegang gelas :) fortunately not for me and konco

lantai bawah isinya gak jelas. entah bagaimana caranya, gue sama anak-anak yang lain naik ke lantai atas. lalu ada sign di video wall, O2 room is open. apa itu O2? ceper mencari tau, setelah dia kembali dengan semangat dia bilang, 'O2 itu ROOFTOP! ayo kita kesana'

tanpa perlu disuruh 2x, gue sama anak-anak naik ke atas.

Embassy Rooftop - O2
disana lebih segar. ya namanya juga atap gedung ya. udara bebas. gak pengap bau rokok dan alkohol kayak dibawah. anak-anak pun setuju stay disini.

gue muter-muter liat-liat dan cari spot asik. ternyata di pinggiran ada bangku-bangku yang isinya cewek-cewek mabuk dan pohon-pohon di pot untuk sedikit basa-basi memperindah suasana.

gue muter lagi dan ketemu anak-anak. konco sudah memegang pitcher isi Illusion. katanya dia beli 2. oiya, dia sempat megang 2 pithcer memang. masing-masing tangan 1 pitcher hahaha. sick!

skip skip skip... herwin mabuk! hahaha. this is stupid. hahaha *bentar ketawa dulu*

ok back... jadi dia tu pas mabuk malah jadi over excited gitu hahaha. 'Yud, sumpah ni ya gue gak tau gue sekarang dimana... hahaha tapi gue seneng banget!'

lebay :p

skip skip... gue inget herwin dipapah ke wc. jack pot baby :D skip skip skip

setelah jack pot, herwin jadi lebih segar dan kami naik keatas lagi. crowdnya mulai menipis. hanya segelintir orang dibandingkan lautan manusia di bawah. yang berdiri tinggal manusia-manusia penikmat musik. gak ada yang mabuk rese. gak ada om-om centil yang nyari mangsa abg. semua berdiri dan bergoyang sesuka hati mengikuti musik. seingat gue disini gue, konco dan herwin bergerak mendekat ke speaker.

lagu-lagu panjang terus berdentuman. tidak ada lagu-lagu mix pendek a la crowd sekarang. baru naik, pecah, langsung pindah lagu. jelek banget. lagu-lagunya bermain di 16 dan 32 bar. membiarkan pendengarnya terbuai dengan suara sonar di kejauhan, hentakan bas di dada, gemericik simbal dan hi hat di samping dan efek-efek suara yang seakan menarik kami ke suatu dimensi lain dimana komunikasi dilakukan dengan irama dan efek suara.

setelah beberapa lagu, crowd terus bergoyang tanpa lelah. gue hitung, lagu ini akan pecah 32 bar lagi. gue hitung dalam hati. gue siap melompat pada beat pertama saat semua suara bersatu...

8

7

6

5

4

3

2

1

tiba-tiba semua lampu dimatikan... dan suara pun menghilang. pure silent

suara mobil dan motor dijalanan terdengar jelas. kumpulan orang-orang dibawah yang tertawa terngiang sayup-sayup di kejauhan

sial. malam ini sudah berakhir. semua yang turun di lantai kecewa. hal ini berlangsung sebenarnya hanya beberapa detik. tapi waktu itu gue rasakan sunyi ini merebak terlalu lama. terlalu meresahkan...

lalu...

intro sebuah lagu yang gue dan semua orang kenal. chord dari synthesizer dengan efek suara yang sangat gue kenal berkumandang. suara itu datang dari kegelapan, merangsek diantara sepi dan keterkejutan kami semua. menggelgar keras seakan marah mengapa kami berhenti bergerak...

Born Slippy - Underworld

SEMUA BERTERIAK!!! SEMUA MELOMPAT!!! suara synthesizer terus berkumandang tanpa ampun, seakan menghukum kami yang tadi sempat marah dan kecewa. hingga suara vokal yang kami tunggu-tunggu terdengar...

Drive boy dog boy
Dirty numb angel boy
In the doorway boy
She was a lipstick boy
She was a beautiful boy
And tears boy
And all in your innerspace boy
You had
hands girl boy
and steel boy
You had chemicals boy
I've grown so close to you
Boy and you just groan boy
She said comeover comeover
She smiled at you boy.


KAMI SEMUA BERTERIAK KEGIRANGAN!!! SEMUA BERNYANYI!!! entah sebenarnya mereka cuma teriak-teriak atau memang benar hafal liriknya, tapi semua bernyanyi mengikuti suara vokal itu. 


kami semua melihat ke ufuk timur. rona merah matahari sudah berpendar tipiiisss di horizon. semua mengangkat tangannya menyambut matahari pagi.


lalu lirik itu terulang kembali. tetapi dengan efek echo yang kental. kami tahu sebentar lagi suara dentuman bas yang ramai dan dalam itu akan datang. suara nyanyian kami semakin keras. hingga...


suara bas itu hadir. semua berlompatan menari dan menggoyangkan badannya dengan liar. sangat liar, hal ini tidak selayaknya terjadi di sebuah club yang cukup prestis di jakarta. lalu semua kembali sibuk dengan dirinya. kebersamaan itu hilang. hilang bersama habisnya lagu itu dan embassy akhirnya tutup.


kami bersama-sama melepas lelah dipojokan. sambil menyempatkan diri memuji dan berterima kasih pada dj-nya karena lagu dan palylist yang hebat itu benar-benar membuat kami bahagia.


kami tau cerita ini tidak akan pernah habis diceritakan dan tidak akan pernah bosan kami ulangi lagi untuk mengingatnya sampai kapanpun juga.


pagi hari itu dimulai dengan nyeret-nyeret roy yang mabuk berat ke mobil dan mengantar beberapa orang lagi ke mahalona.


dan gue pulang dengan konco saat matahari sudah terang benderang. mungkin jam 6 atau 6.30 pagi.


entah mengapa matahari terlihat sangat indah saat itu. kami buka kaca, nyalakan rokok dan kembali pulang.


that was my night to remember. my happy place. the place to go when i'm in my sorrow. to at least makes me smile again. even for just a little bit :)


good night every one

Life Philosophy from Physics

I just want to share some quotes. how to live your life, the physics way :D enjoy

"when you think you're having problems for nothing, take a look at Steel. pay attention to it before, during and after the heat treatment "


"life is like gravity. always pulling you down. the best you can do is have fun with it"


"friction is always there. never in the ideal state of Zero. but we can always simplify the equation by ignoring them. it is easier isn't it?"


"when you forgot the formula, just look at the variable in the constants. it will lead you back to the equation"


"when you can solve an equation, do not memorize the formula, but you have to know the method of the solve"


"when Isaac Newton get hit by an apple, he doesn't ask, 'why is this happening to me?'. but he asks, 'why does it fall?'"


"if F=M.a then M=F/a ... do you notice how the formula changed? Yes, we can't solve problems with the same method when we create them"


"do you know the strongest number ever? Zero. because it can easily dragged ANY number to become NOTHING."


"There are no certainty in life. just like numbers. the only certain number is Zero. Nothing"


penjelasannya gak usah ya :) silahkan dicerna sendiri


have fun

Happy Ending

pernah memperhatikan bagaimana cara siklus hidup itu bekerja nggak? bahwa sesuatu itu lahir, berkembang, bertemu, memperbanyak diri dan mati. tidak menyenangkan memang kalau melihatnya terlalu luas seperti itu. hidup akan lebih indah apabila kita memperhatikan setiap detail yang ada. sebagaimana sebuah orkestra yang dimainkan oleh banyak musisi, hidup terjadi, terhubung dan mengalir sesuai dengan perannya di siklus itu.

tidak ada siklus yang diciptakan untuk dilewati seorang diri. tidak ada suatu kejadian yang tidak mempengaruhi orang lain. tidak ada satu detik pun dan satu tindakan pun yang kita lewati dalam kesendirian.

seperti apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. kejadian yang membuat gue mulai menulis lagi.

pagi itu, seperti hari-hari lainnya, gue lewati dengan malas. karena kemalasan itu gue datang siang ke tempat kerja. karena datang siang, gue jadi bertemu dengan bos gue, yang juga datang siang hari itu. karena bertemu dengan dia, entah kenapa mood dia jadi buruk dan semua terkena getahnya. lalu dengan indahnya tugas-tugas yang tidak penting diserahkan ke gue. gue kerjakan dengan kosong, tanpa semangat. selesai sih. tapi tidak berbekas sama sekali.

karena tidak ada tujuan, seperti biasa, gue ngopi, merenung entah memikirkan apa. pikiran-pikiran yang seharusnya penting hanya datang dan pergi tanpa penyelesaian dan akhirnya terbengkalai. belum puas dengan kekisruhan itu, satu masalah datang lagi. bukannya langsung beraksi, gue malah pergi dan menyalurkan kekesalan ini pada supir-supir angkot hahaha...

letih dengan semua itu, gue pulang dan siap-siap menjemput pacar. lucunya, dia lagi PMS. bad mood. sehingga terjadi percakapan seperti ini, gue bertanya...
'Sayang mau makan apa?'
'Aku bingung. Terserah aja deh.'
'Nasi?'
'Boleh'
'Nasi uduk yuk'
'Gak mau'
'Soto ceker?'
'Gak mau'
'Sate ayam?'
'Gak mau'
'Pecel ayam?'
'Gak mau'
'Nasi goreng? Nasi gila?'
'Gak mau'
'Bubur?'
'Bukan nasi'
'Duh aku bingung. Gak tau lagi mau nawarin apa. Jadi kamu mau makan apa?'
'Terserah...'

gue mati di tempat, stroke sambil kejang-kejang dengan mulut berbusa

seakan-akan hari itu kurang buruk, terjadilah hal terburuk yang bisa terjadi... kartu atm tertinggal di tas yang satu lagi.

waktu pun bergulir dan saatnya untuk pulang telah tiba. dijalan pulang, gue sudah penat. semua orang yang nyetir lebih pelan dari gue adalah orang bego dan yang lebih cepat dari gue adalah orang gila. semua salah. di dekat rumah, gue isi bensin dulu dan gue memutuskan untuk beli kopi dan menitipkan mobil disana. jadi gue bisa pulang jalan kaki. mudah-mudah ini bisa menjadi obat yang manjur.

dengan langkah gontai, gue naik ke lantai atas untuk membeli kopi hitam.

*intermezzo dulu, ada ibu-ibu... OMG ternyata seorang cowok yang memarkirkan mobil kecilnya dengan bodoh sehingga terlalu mepet dengan mobil gue hahaha... oh well, gue juga masih lama kok nulisnya :)

BACK! :D

sesampainya di kasir, gue memesan satu kopi hitam. to go. niatnya gue pengen duduk sebentar, merokok sebatang dua batang trus pulang. dan ternyata... (JENG JENG JENG JENG... *a la sinetron*)

ada sebuah buntalan cantik duduk di smoking area. sepertinya gue kenal wajah itu. begitu serius dia menatap layar notebooknya. pasti lagi nulis. gue hampir tidak mengenali dia karena gayanya yang sekarang lebih chic. kalau pakai bahasa gue dan teman-teman, lebih Jakarta lah hahaha.

karena tidak yakin dan tempat duduk di smoking area lagi penuh, gue duduk dulu di dalam. menenangkan diri dan mencoba meyakinkan bahwa itu memang benar-benar dia. dia dulu pernah kecewa dengan gue. karena begitu rendahnya pandangan gue terhadap hidup, gue jadi secara tidak sadar merendahkan semua orang disekitar gue. termasuk dia.

gue buka notebook dan coba kirim pesan ke dia via facebook. menunggu... menunggu... tidak ada respon. sial. gue harus kesana? gue yang nista dimata dia ini harus kesana? apa reaksi dia nanti ya? marah? atau sedih atau tiba-tiba nimpuk gue pake asbak. who knows?

dengan segenap keyakinan dan niat baik bahwa mulut ini asem, butuh nikotin segera, gue ke smoking area. itu benar dia. gue berjalan ke arah dia dan sebelum gue sampai, dia sudah melihat gue. tentunya dengan sangat terkejut. tidak ada janji atau rencana apa-apa untuk kami bertemu disini. ini hanyalah sebuah jalan hidup yang harus dilalui.

begitu dia tersenyum, kaki gue langsung lemas. dia masih terkejut dengan ekspresi senang. gue deg-degan kayak orang lagi nunggu saatnya dipancung (gue tau rasanya karena sepertinya dulu di kehidupan gue sebelumnya, gue difitnah oleh perdana menteri gue dan hampir dihukum mati di guillotine hhahaha). akhirnya gue duduk di meja di depan dia. tubuh gue lemas tidak ada tenaga. tangan dan kaki gemetar karena gue SAMA SEKALI tidak mengira respon yang positif yang akan dia tunjukkan ke gue.

dari titik itu semua berjalan menjadi semakin indah, semakin indah dan semakin indah. akhirnya setelah beberapa lama, gue bisa terbuka ke orang lain. pikiran gue jadi sangat tenang dan gue jadi bisa menuangkan pikiran gue menjadi sebuah tulisan.

hari itu menjadi titik balik terindah dalam hidup gue. salah satu titik balik terindah.

you see? happy ending is not an option. everything is a happy ending. you just have to see it the right way

have a happy day dudes ;)

Tuesday, September 20, 2011

Cowok dan hobinya

Sebenarnya ini sudah gue post di twitter gue kemarin @y1779 (sekalian promosi) hahaha. tapi kan gak semuanya baca ya. kasihan ribuan orang yang membaca blog gue ini kalau belum tau tentang cowok dan hobinya yang gue tweet kemarin :)

Sering kali orang menganalogikan cowok dan hobinya seperti hubungan cowok dan pasangannya. gue ambil contoh gue aja ya. gue punya hobi bersepeda. dan membangun sepeda :)

Pada saat gue lagi belanja barang online, itu rasanya seperti blind dating. lo cuma bisa lihat foto cewek yang lo akan ketemu itu. tau sendiri kamera kan? sering kali berbohong :) trus setelah transaksi pembelian, lo nunggu barang dikirim. itu rasanya seperti lo sudah sampai di tempat yang lo sepakati berdua, lalu dia bilang, 'aku pakai baju merah ya' ... deg-degan sooobbbb :D

Lalu gue kumpulkan part-part lainnya. belanja sana sini untuk bisa membentuk sebuah sepeda yang sempurna. ini seperti sedang melalui masa pendekatan. nyari-nyari apa yang cocok. sehingga bisa jadi alasan untuk jadi pacarnya hahaha.

Setelah semua parts terkumpul, mulailah sepeda di rakit. pelan-pelan satu part dan part lainnya dipasangkan. sampai akhirnya menjadi full bike. sebuah sepeda yang layak diajak riding. ini rasanya seperti nyari momen dan merangkum kata-kata untuk "nembak" cewek. huhuhuhu...

setelah semua parts terpasangkan sempurna, jadilah sebuah sepeda. lalu untuk pertama kalinya, gue coba sepeda itu. jalan-jalan dekat saja keliling bengkel. gue rasakan apakah sepeda ini sudah enak settingannya atau malah ada yang nggak cocok. takutnya bottom bracketnya kepanjangan. atau cognya tidak muat di hub-nya. atau lock ringnya tidak kuat, dsb ini rasanya sama seperti nunggu jawaban saat lo nembak cewek. diterima apa nggak yaaa??? huuuuu kambing!

setelah semuanya sempurna. settingannya udah enak. gak ada parts yang tidak cocok. gue mulai riding pertama. jalan-jalan dari rumah ke menteng. di jalan gue rasakan bahwa sepeda ini enak banget. trus belum lagi kalau orang-orang pada ngeliatin dengan tatapan kagum. aahh... it feels like a first date as a couple. it feels great isn't it?

sejalan dengan waktu, adaaa aja part-part yang rusak. entah ban dalam bocor, rantai putus, ternyata sadelnya bikin selakangan mati rasa dll. itu rasanya sama kayak kalau lo lagi ribut sama pacar lo. diplomasi harus canggih. dan ujung-ujungnya sepeda dan cewek ini sama di titik ini. sama-sama perlu keluar duit hahaha

yang gue gak habis pikir, ada 2 keadaan yang bikin gue ngilu dan benar-benar tidak terbayangkan apabila sepeda gue benar-benar disamakan dengan pasangan...

yaitu pada saat ada orang lain nyobain sepeda gue dan saat ada yang tertarik dengan sepda gue dan menawar ingin membeli

hahahaha

kekenyangan makan siang nih :D